INDRAMAYU – Guna menjaga stabilitas ekonomi tingkat dasar dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat, Babinsa dan anggota Koramil 1613/Terisi secara rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar dan toko-toko pengecer. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Serka Castra, anggota Koramil 1613/Terisi, turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan monitoring harga bahan pokok (sembako) di wilayah binaannya. Kegiatan ini dimulai pukul 10.15 WIB dan berlokasi di Toko Azmi yang terletak di Blok Lungsalam, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam membantu pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di tengah dinamika perekonomian nasional. Kehadiran personel militer di tengah pedagang dan pembeli bertujuan tidak hanya untuk mencatat harga, tetapi juga untuk memberikan rasa aman serta memastikan bahwa tidak terjadi penimbunan barang atau permainan harga yang merugikan konsumen. Serka Castra melakukan pengecekan secara mendetail terhadap sembilan bahan pokok utama yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauan di Toko Azmi dan sejumlah titik pasar di sekitarnya, harga berbagai komoditas terpantau relatif stabil meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa jenis sayuran dan bumbu dapur. Berikut adalah rincian harga bahan pokok yang tercatat selama kegiatan monitoring berlangsung:
Harga beras sebagai makanan pokok utama masih berada di angka Rp 13.000 per kilogram, sebuah harga yang dinilai masih terjangkau bagi daya beli masyarakat setempat. Untuk minyak goreng, harga dipatok sebesar Rp 16.000 per kilogram. Sementara itu, harga protein hewani seperti telur ayam dijual seharga Rp 30.000 per kilogram, daging ayam Rp 35.000 per kilogram, dan daging sapi berada di kisaran Rp 80.000 per kilogram. Harga-harga ini menunjukkan ketersediaan pasokan yang cukup lancar dari distributor ke pengecer.
Namun, perhatian khusus tertuju pada harga bumbu dapur dan cabai yang cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Cabe rawit hijau tercatat mencapai Rp 60.000 per kilogram, sementara cabe merah dibanderol Rp 32.000 per kilogram. Komoditas bawang-bawangan juga mengalami kenaikan moderat, dengan bawang merah dijual seharga Rp 36.000 per kilogram dan bawang putih Rp 38.000 per kilogram. Gula putih tetap stabil di harga Rp 18.000 per kilogram. Kenaikan harga pada komoditas cabai dan bawang ini umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan masa panen yang sedang berlangsung di berbagai sentra produksi.
Meskipun terdapat kenaikan pada beberapa item tertentu, Serka Castra menegaskan bahwa stok barang di Toko Azmi dan pasar tradisional di Desa Plosokerep tersedia dalam jumlah yang memadai. Tidak ada indikasi kelangkaan barang yang dapat memicu kepanikan pembelian atau spekulasi harga lebih lanjut. Para pedagang menyatakan komitmen mereka untuk menjual barang dengan harga wajar sesuai dengan harga pembelian dari supplier, tanpa mengambil keuntungan berlebihan di saat permintaan tinggi.
Selama proses monitoring berlangsung dari pukul 10.15 WIB hingga selesai, situasi keamanan dan ketertiban di area perdagangan terpantau sangat kondusif. Interaksi antara personel TNI dengan para pedagang dan pembeli berjalan harmonis, menciptakan suasana yang nyaman bagi aktivitas jual-beli. Masyarakat menyambut positif kehadiran aparat karena merasa diawasi dan dilindungi kepentingannya sebagai konsumen.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala agar data harga yang diperoleh akurat dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam mengambil kebijakan jika terjadi gejolak harga yang signifikan. Dengan adanya monitoring rutin seperti yang dilakukan oleh Serka Castra dan Koramil 1613/Terisi, diharapkan stabilitas harga bahan pokok di Kecamatan Terisi dapat terjaga, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjamin dan inflasi daerah dapat ditekan seminimal mungkin.
Komentar
Posting Komentar