Kabarciayu – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di tingkat akar rumput, Pemerintah Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, melaksanakan kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) bertema "Rembuk Stunting". Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (22/9/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini bertempat di Aula Balai Desa Kedungwungu. Acara ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah konkret bagi seluruh elemen masyarakat dalam menangani isu gizi buruk dan tumbuh kembang anak.
Musyawarah ini dihadiri oleh jajaran Forkopimca dan unsur pemerintahan desa yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap isu kesehatan generasi penerus. Camat Krangkeng, Bpk. Indra Mulyana, AP., M.Si., hadir secara langsung untuk memberikan arahan kebijakan dari tingkat kecamatan. Turut hadir Kuwu Desa Kedungwungu, Bpk. Masduki, beserta seluruh perangkat desa, Ketua BPD Bpk. Aliuddin, serta para tokoh masyarakat dan perwakilan warga.
Uniknya, kegiatan ini juga melibatkan aparat kewilayahan secara aktif. Serka Muksin (Babinsa Desa Kedungwungu) dan Bripka Anton (Bhabinkamtibmas) hadir bersama dua pendamping desa, Bpk. Iin dan Bpk. Nur Zaman. Kehadiran Babinsa dan Babinmas menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari pembinaan ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi fokus TNI-Polri dalam tugas teritorial.
Dalam musyawarah tersebut, dibahas berbagai strategi intervensi, mulai dari pemantauan gizi ibu hamil dan balita, edukasi pola asuh anak, hingga pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga melalui program seperti "Warung Gizi" atau "Dapur Sehat". Para pendamping desa berperan penting dalam menjelaskan teknis pelaksanaan program pemerintah terkait bantuan gizi dan sanitasi.
Serka Muksin dalam keterangannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan orang tua. "Stunting adalah masalah masa depan bangsa. Melalui Rembuk Stunting ini, kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Desa Kedungwungu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan lingkungan yang sehat. TNI siap mendukung melalui kegiatan posyandu dan penyuluhan," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana musyawarah berjalan dengan lancar, demokratis, dan kondusif. Para peserta aktif memberikan masukan dan pertanyaan, menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap bahaya stunting. Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan dalam rembuk ini diharapkan dapat ditindaklanjuti segera dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran berikutnya.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor antara Pemkab (melalui Camat), Pemdes, Pendamping, TNI, Polri, dan Masyarakat, diharapkan target penurunan prevalensi stunting di Kecamatan Krangkeng, khususnya di Desa Kedungwungu, dapat tercapai sesuai dengan target nasional. Dokumentasi kegiatan telah dilampirkan sebagai bukti partisipasi aktif Koramil 1610/Krangkeng dalam mendukung program prioritas pemerintah.
Posting Komentar untuk "Fokus Penanganan Stunting, Musyawarah Desa Kedungwungu Krangkeng Libatkan Babinsa Koramil 1610 "