Kabarciayu – Menjaga stabilitas harga bahan pokok merupakan langkah krusial untuk menjamin kesejahteraan masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar nasional. Menyikapi hal tersebut, Serda Wawan Gunawan, anggota Koramil 1613/Terisi, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan kebutuhan pokok (sembako) di wilayah Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi, 7 Agustus 2026, dimulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk memastikan tidak ada gejolak harga yang merugikan daya beli masyarakat setempat.
Serda Wawan Gunawan turun langsung meninjau beberapa toko kelontong dan area pasar tradisional di Desa Jatimunggul. Kehadiran Babinsa ini disambut baik oleh para pedagang, yang merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan dari aparat TNI. Dalam pantauannya, Serda Wawan mencatat berbagai harga komoditas strategis yang menjadi kebutuhan harian rumah tangga. Hasil monitoring menunjukkan bahwa secara umum, harga sembako di wilayah tersebut masih berada dalam kisaran wajar dan relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga beras kualitas medium tercatat sebesar Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng (migor) dipatok di angka Rp16.000 per kilogram. Untuk sumber protein hewani, harga telur ayam berada di level Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging ayam dijual seharga Rp35.000 per kilogram. Adapun untuk daging sapi, harganya terpantau di angka Rp145.000 per kilogram. Angka-angka ini dianggap masih terjangkau bagi mayoritas warga Desa Jatimunggul.
Namun, perhatian khusus tertuju pada harga sejumlah bumbu dapur yang mengalami fluktuasi. Cabe rawit hijau terpantau cukup tinggi di angka Rp60.000 per kilogram, sementara cabe merah biasa dijual seharga Rp32.000 per kilogram. Untuk komoditas bawang, bawang merah dibanderol seharga Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih di angka Rp38.000 per kilogram. Sedangkan gula pasir putih stabil di harga Rp18.000 per kilogram. Serda Wawan menuturkan bahwa kenaikan harga pada komoditas cabai dan bawang merupakan hal yang wajar akibat faktor cuaca dan pasokan dari daerah penghasil, namun ia tetap mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan spekulasi harga yang berlebihan.
Selama proses monitoring berlangsung, situasi di pasar dan toko-toko terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya penimbunan barang atau aksi jual beli yang mencurigakan. Para pedagang menyatakan komitmen mereka untuk menjaga harga tetap stabil dan melayani masyarakat dengan jujur. Serda Wawan juga memanfaatkan momen ini untuk berdialog dengan pedagang, mendengarkan keluhan mereka terkait distribusi barang, serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga ketertiban pasar.
Kegiatan monitoring ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam pembinaan teritorial, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan. Dengan adanya patroli harga rutin seperti yang dilakukan oleh Serda Wawan Gunawan, diharapkan masyarakat Desa Jatimunggul dapat merayakan HUT RI ke-81 dengan tenang tanpa dibebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok yang drastis.
Koramil 1613/Terisi melalui Serda Wawan menegaskan akan terus melakukan pemantauan berkala di minggu-minggu mendatang. Jika ditemukan adanya ketidakwajaran harga atau kelangkaan barang, pihaknya siap berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan instansi terkait lainnya untuk mengambil langkah penyelesaian yang cepat dan tepat. Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pasar menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa.
Posting Komentar untuk "Pantau Stabilitas Pasar di Jatimunggul, Serda Wawan Gunawan Pastikan Harga Sembako Terjangkau Jelang HUT RI ke-81"