Malam Penuh Doa di Ujunggebang: TNI dan Polri Bersujud Bersama 100 Warga, Babinsa Peltu Heryanto Jadi Simbol Kedekatan Negara dengan Rakyat


Kabarciayu – Di bawah hamparan langit malam yang tenang, suasana spiritual yang mendalam menyelimuti Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Pada Rabu malam, 9 September 2026, tepat pukul 19.30 WIB, Balai Desa Ujunggebang tidak digunakan untuk rapat birokrasi atau diskusi politik, melainkan berubah menjadi masjid terbuka bagi ratusan hati yang merindukan ketenangan jiwa. Sebuah kegiatan Istighosah dan doa bersama digelar dengan khidmat, dipimpin oleh dua ulama karismatik, Ustadz Masruhin S.PdI dan Ustadz Maduri. Kehadiran sekitar 100 jamaah dari berbagai lapisan masyarakat menandakan bahwa di tengah kesibukan duniawi, warga Ujunggebang masih memegang teguh tradisi spiritual sebagai pondasi ketahanan sosial mereka.

Yang membuat malam itu semakin istimewa adalah kehadiran sosok-sosok penjaga keamanan negara yang turut bersimpuh dalam barisan doa. Peltu Heryanto, Babinsa dari Koramil 1614/Anjatan, dan Aipda Ade, Bhabinkamtibmas dari Polsek Sukra, hadir bukan sebagai pengawas yang kaku, melainkan sebagai bagian integral dari jamaah. Mereka duduk berdampingan dengan Kuwu Desa Ujunggebang, Bapak Sarjani, beserta seluruh pamong desa, Ketua MUI Bapak Maduri, Ketua BPD Bapak Rokim, Ketua LPM Bapak Suwardi, hingga Ketua Karang Taruna Sdr Carudin. Komposisi peserta yang lengkap ini—meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga biasa—menciptakan atmosfer persatuan yang langka dan indah.

Dalam Islam, Istighosah adalah momen permohonan pertolongan kepada Allah SWT atas segala kesulitan dan harapan akan keberkahan. Bagi masyarakat Ujunggebang, acara ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat ikatan sosial (silaturahmi) antarwarga. Ketika seorang prajurit TNI dan seorang polisi ikut serta dalam doa bersama, pesan yang tersampaikan sangat kuat: bahwa aparat keamanan adalah hamba Tuhan yang sama, yang juga membutuhkan perlindungan ilahi dalam menjalankan tugas berat menjaga kedamaian negeri. Sikap rendah hati Peltu Heryanto dan Aipda Ade dalam mengikuti rangkaian acara dari pembukaan, sambutan, inti istighosah, hingga doa penutup, berhasil menghapus sekat psikologis antara militer/polisi dengan rakyat.

Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan keagamaan seperti ini merupakan implementasi cerdas dari strategi pembinaan teritorial. Dengan hadir di tengah-tengah umat saat mereka sedang khusyuk berdoa, TNI dan Polri membangun kepercayaan (trust) yang tidak bisa dibeli dengan uang. Warga merasa bahwa aparat adalah "tetangga" mereka yang saleh dan peduli, bukan sosok asing yang hanya muncul saat ada masalah keamanan. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan stabilitas kamtibmas di Desa Ujunggebang, karena masyarakat akan lebih kooperatif dan terbuka terhadap aparat yang telah mereka kenal secara personal dan spiritual.

Selama kegiatan berlangsung dari awal hingga selesai, situasi terpantau sangat tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Tidak ada gangguan eksternal, hanya alunan dzikir dan doa yang menggema di balai desa, menyentuh hati setiap orang yang hadir. Dokumentasi kegiatan yang tertangkap kamera menunjukkan wajah-wajah damai para peserta, termasuk senyuman tulus dari Peltu Heryanto dan Aipda Ade saat berinteraksi dengan warga setelah acara usai.

Malam di Ujunggebang ini mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa tidak hanya terletak pada jumlah senjata atau anggaran militer, tetapi pada kekuatan doa dan persatuan rakyatnya. Kodim 0616/Indramayu melalui Koramil 1614/Anjatan telah memberikan contoh teladan bagaimana menjadi prajurit yang tidak hanya tangguh fisik, tetapi juga kaya spiritual dan dekat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika TNI dan Polri bersujud bersama rakyat, maka insya Allah, kedamaian dan kesejahteraan akan senantiasa melingkupi Desa Ujunggebang dan seluruh Kabupaten Indramayu. Ini adalah bukti nyata bahwa信仰 (kepercayaan) dan keamanan adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun masyarakat yang madani.

Posting Komentar untuk "Malam Penuh Doa di Ujunggebang: TNI dan Polri Bersujud Bersama 100 Warga, Babinsa Peltu Heryanto Jadi Simbol Kedekatan Negara dengan Rakyat"