INDRAMAYU – Suasana pagi di Kantor Desa Tempel, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, terasa begitu serius dan penuh dinamika pada Kamis (27/8/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, puluhan tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, dan perangkat desa berkumpul untuk menghadiri Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027. Bukan sekadar rapat rutin, forum ini menjadi medan strategi penting dalam menentukan arah pembangunan desa setahun ke depan. Kehadiran Sertu Rusdi, mewakili Danramil 1612/Lelea, bersama Kapolsek Lelea AKP Heriyanto, SH, memberikan nuansa keamanan dan ketertiban yang kuat, memastikan setiap aspirasi warga tersalurkan tanpa gesekan.
Musyawarah yang dipimpin langsung oleh Kuwu Desa Tempel, Bapak Kadori, ini dihadiri oleh sekitar 50 orang perwakilan elemen masyarakat. Hadir pula Camat Lelea yang diwakili oleh Bapak Baman, S.PdI., M.Si., serta Ketua BPD Desa Tempel, Bapak Rusfyanto, S.Pd. Sinergitas tiga pilar—TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah—terlihat jelas dalam upaya menciptakan perencanaan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada rakyat.
Acara dibuka dengan sambutan dari Sarjana Pendamping Desa, Bapak Trisna, S.Pd., yang menekankan pentingnya data akurat dalam penyusunan RKPDes. "Anggaran 2027 harus berbasis kebutuhan riil warga, bukan sekadar proyek fisik yang tidak bermanfaat," ujarnya tegas. Disusul oleh Kepala Desa Kadori yang memaparkan prioritas utama, termasuk perbaikan infrastruktur irigasi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi UMKM lokal.
Ketua BPD, Bapak Rusfyanto, juga menyampaikan poin-poin krusial terkait pengawasan penggunaan anggaran. "Kami akan mengawal setiap rupiah agar tidak bocor. Partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan RKPDes ini," imbuhnya.
Sertu Rusdi, selaku wakil TNI, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan proses musyawarah. "Pembangunan desa adalah wujud ketahanan nasional di tingkat akar rumput. Kami siap mengamankan jalannya pemerintahan desa yang bersih dan melayani," tegasnya. Sementara itu, Kapolsek Heriyanto menambahkan bahwa stabilitas keamanan wilayah sangat bergantung pada kesejahteraan warga. "Jika program desa tepat sasaran, potensi konflik sosial akan minim. Kami dukung penuh rencana kerja yang pro-rakyat ini," ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di Kantor Desa Tempel terpantau sangat tertib, aman, dan kondusif. Tidak ada protes atau perbedaan pendapat yang tajam, justru sebaliknya, suasana diskusi berjalan sangat konstruktif. Para Ketua RT dan RW aktif memberikan masukan mengenai kondisi spesifik di masing-masing lingkungan mereka.
Musyawarah RKPDes 2027 ini ditutup dengan doa bersama, menandai kesepakatan awal atas draft rencana kerja yang akan dibahas lebih lanjut. Dengan kolaborasi solid antara pemerintah desa, BPD, pendamping, dan aparat keamanan, Desa Tempel diharapkan dapat mewujudkan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Sebuah langkah strategis yang dipimpin oleh Kuwu Kadori dan dikawal ketat oleh Sertu Rusdi serta Kapolsek Heriyanto, yang akan menjadi fondasi kemakmuran warga Lelea di tahun mendatang.
Posting Komentar untuk "Musyawarah RKPDes 2027 di Tempel Lelea Memanas, Sertu Rusdi Kawal Perencanaan Anggaran yang Menentukan Nasib Desa!"