INDRAMAYU – Sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Indramayu menunjukkan perkembangan positif sepanjang paruh pertama 2026. Pemerintah daerah mencatat berbagai capaian pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari akses kesehatan hingga pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Tak hanya mengejar pembangunan fisik, Pemkab Indramayu juga memperkuat sektor pertanian, pendidikan, perlindungan sosial, serta menyiapkan fondasi ekonomi baru melalui pengembangan kawasan industri. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari agenda pasangan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin dalam menjalankan visi Indramayu REANG.
Memasuki pertengahan tahun, perhatian pemerintah daerah diarahkan pada percepatan sejumlah program strategis. Targetnya, manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata, baik oleh masyarakat perkotaan maupun warga di pelosok desa dan kawasan pesisir Pantura.
Salah satu capaian yang cukup menonjol berada di sektor kesehatan. Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Indramayu mencapai 99,81 persen.
Untuk memperluas perlindungan kesehatan masyarakat, Pemkab Indramayu mengalokasikan APBD sebesar Rp233,8 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendaftarkan 541.445 warga sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU-BP).
Selain memperluas cakupan kepesertaan, pemerintah daerah juga melakukan penguatan kapasitas Puskesmas dan modernisasi fasilitas rumah sakit milik daerah.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan, seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari upaya memenuhi komitmen pembangunan yang telah ditetapkan.
"Kami fokus pada komitmen yang hendak kami capai sesuai visi besar Indramayu REANG," ujar Lucky Hakim.
### Produksi Padi Ditargetkan Capai 1,7 Juta Ton
Sebagai daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sektor pertanian mendapat perhatian besar.
Luas Lahan Baku Sawah (LBS) di Indramayu mencapai 124.517 hektare, sedangkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tercatat 92.888 hektare.
Pemerintah daerah menargetkan produksi padi mencapai 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Produksi mangga juga ditargetkan mencapai 114.000 ton per tahun.
Untuk mendukung produktivitas petani, berbagai intervensi dilakukan, mulai dari bantuan mesin pompa air, pembangunan irigasi perpompaan, Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), normalisasi saluran, hingga pengaturan distribusi air.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat dukungan Indramayu terhadap agenda pemerintah pusat dalam mempercepat swasembada pangan.
### Jalan Desa 31,2 Kilometer Ditangani
Pembangunan infrastruktur menjadi bagian lain yang dikebut pemerintah daerah. Penanganan jalan dilakukan mulai dari lingkungan masyarakat hingga ruas jalan kabupaten.
Sepanjang 20.298 meter jalan lingkungan, 31.200 meter jalan desa dan 23.160 meter jalan kabupaten masuk dalam program perbaikan.
Di sektor pengairan, normalisasi sungai dan saluran pembuang dilakukan sepanjang 60.170 meter. Sementara peningkatan jaringan irigasi permukaan mencapai 6.110 meter.
Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari, sebanyak 3.199 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) juga dipasang. Program tersebut ditargetkan rampung seluruhnya pada Desember 2026.
### 322 Sekolah Mendapat Penanganan
Pemerataan kualitas pendidikan turut menjadi perhatian. Revitalisasi, rehabilitasi dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dilakukan pada 322 sekolah jenjang TK, SD dan SMP.
Fasilitas penunjang pembelajaran juga diperkuat melalui bantuan meubelair sebanyak 2.254 set untuk SD dan 1.856 set untuk SMP.
Sementara itu, Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, menjadi salah satu program sosial yang mendapat perhatian. Berada di atas lahan seluas 10 hektare, sekolah tersebut memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa.
Pada tahun ajaran 2026, sebanyak 370 peserta didik dari keluarga kurang mampu telah ditampung.
### Enam Kawasan Industri Dipersiapkan
Potensi investasi juga mulai dipersiapkan melalui pengembangan enam Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dengan luas keseluruhan mencapai 14.110 hektare di luar LP2B.
Kawasan tersebut berada di Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng dan Tukdana.
Di sisi ekonomi masyarakat, sebanyak 200 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dari target 317 unit.
Perlindungan masyarakat pesisir juga diperkuat. Pemkab mengalokasikan Rp201 juta untuk premi asuransi ketenagakerjaan bagi 1.000 nelayan kecil dengan kapal di bawah 10 GT.
Sementara program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) telah menyasar 310 unit rumah, terdiri dari 22 unit melalui APBD dan 288 unit melalui BSPS APBN.
Rangkaian capaian tersebut menjadi modal bagi Pemkab Indramayu untuk melanjutkan percepatan pembangunan hingga akhir 2026. Kinerja tersebut juga sejalan dengan capaian EPPD Tahun 2025, ketika Indramayu meraih peringkat kelima nasional dan peringkat ketiga di Jawa Barat.
Pemerintah daerah berharap berbagai program tersebut dapat terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat langkah menuju terwujudnya Indramayu REANG.
Posting Komentar untuk "Lucky Hakim-Syaefudin Pacu Indramayu REANG, Layanan Kesehatan hingga Kawasan Industri Dikebut"