Kabarciayu – Di tengah dinamika perekonomian yang terus bergerak, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi salah satu indikator penting kenyamanan hidup masyarakat. Menyadari hal tersebut, aparat TNI yang bertugas di wilayah terdepan, khususnya Babinsa atau Bintara Pembina Desa, terus menunjukkan dedikasinya dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan warga binaannya.
Salah satu wujud nyata kepedulian tersebut ditunjukkan oleh Sertu Carli, anggota Koramil 1613/Terisi, Kodim 0616/Indramayu. Pada Selasa (18/8/2026), Sertu Carli turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga kebutuhan pokok di wilayah binaannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga barang-barang strategis tetap terjangkau dan tidak terjadi gejolak harga yang merugikan masyarakat kecil.
Lokasi pemantauan kali ini difokuskan di Desa Rajasinga, Blok Terisi, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, Sertu Carli berkeliling menyambangi sejumlah pedagang pasar dan warung kelontong untuk mencatat secara rinci harga terkini dari sembilan bahan pokok (sembako) serta beberapa komoditas lainnya. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah pedagang dan pembeli juga memberikan rasa aman serta kedekatan emosional antara TNI dan rakyat, sesuai dengan jati diri TNI sebagai tentara rakyat.
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, tercatat sejumlah harga kebutuhan pokok yang berlaku saat itu. Untuk beras, harga dipatok sebesar Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng (migor) berada di angka Rp16.000 per kilogram. Komoditas protein hewani seperti telur ayam dijual seharga Rp33.000 per kilogram, sedangkan daging ayam dihargai Rp43.000 per kilogram. Untuk daging sapi, harganya masih relatif tinggi yakni Rp135.000 per kilogram.
Sementara itu, untuk bahan pelengkap masakan dan kebutuhan lainnya, jagung dibanderol seharga Rp10.000 per kilogram. Gula pasir dijual seharga Rp17.000 per kilogram, dan kacang kedelai berada di angka Rp19.000 per kilogram. Yang cukup menjadi perhatian adalah harga bumbu dapur, di mana bawang merah dijual seharga Rp44.000 per kilogram, dan bawang putih seharga Rp40.000 per kilogram.
Meskipun terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti bawang-bawangan, secara keseluruhan aktivitas perdagangan di Desa Rajasinga berjalan dengan normal. Sertu Carli juga melakukan dialog singkat dengan para pedagang untuk mendengarkan keluhan atau kendala yang mereka hadapi dalam distribusi barang. Hal ini penting dilakukan agar Koramil 1613/Terisi dapat segera berkoordinasi dengan pihak terkait jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga yang tidak wajar.
Kegiatan monitoring ini berlangsung dengan aman dan lancar tanpa adanya hambatan berarti. Langkah proaktif yang dilakukan oleh Sertu Carli ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Mereka merasa diperhatikan dan dilindungi oleh kehadiran TNI di lingkungan mereka.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0616/Indramayu melalui jajaran Koramil 1613/Terisi senantiasa menginstruksikan anggotanya untuk aktif dalam pembinaan wilayah, termasuk dalam aspek ekonomi kerakyatan. Dengan memantau harga sembako secara rutin, Babinsa tidak hanya berfungsi sebagai pengaman negara, tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Terisi terpantau kondusif. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan praktik jual beli yang mencurigakan atau harga yang jauh di atas kewajaran pasar. Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna menciptakan stabilitas harga dan ketahanan pangan yang kuat di Kabupaten Indramayu.
Posting Komentar untuk "Anggota Koramil Terisi Sertu Carli Turun Langsung Pantau Harga Sembako di Terisi, Ini Hasilnya"