Kabarcirayu – Kebakaran hebat mengguncang kawasan pesisir Kabupaten Indramayu pada Kamis siang, 6 Agustus 2026. Si jago merah melahap tiga unit kapal nelayan yang sedang bersandar di Pelabuhan Karangsong, Kecamatan Indramayu. Insiden yang terjadi di tengah musim kemarau panjang ini menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai miliaran rupiah dan memicu kepanikan di kalangan warga sekitar.
Berdasarkan informasi dari lapangan, peristiwa bermula sekitar pukul 13.20 WIB. Saat itu, sebuah kapal nelayan baru saja menyelesaikan proses pengisian Bahan Bakar Khusus (Non-PSO). Tiba-tiba, muncul percikan api dari bagian dalam kapal tersebut. Dalam hitungan detik, api membesar dengan cepat dan menghanguskan seluruh badan kapal. Kondisi diperparah oleh hembusan angin laut yang cukup kencang serta posisi kapal-kapal lain yang bersandar berdempetan di sepanjang aliran sungai pelabuhan. Faktor-faktor ini membuat api dengan mudah merambat liar ke dua kapal lainnya yang berada di dekatnya.
Asap hitam pekat langsung membubung tinggi ke angkasa, terlihat jelas dari berbagai titik di Kota Indramayu. Situasi ini memicu kepanikan warga di kawasan pesisir yang khawatir api akan menjalar ke pemukiman padat penduduk di sekitar dermaga. Banyak warga yang berkerumun di lokasi kejadian, menciptakan suasana yang menegangkan dan sempat menghambat akses awal bagi tim penanggulangan bencana.
Mendapat laporan darurat dari warga, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu segera mengerahkan sejumlah armada pemadam beserta puluhan personel ke lokasi. Para petugas berjibaku melawan panasnya api dan keterbatasan akses air laut untuk menyemprotkan busa pemadam. Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara yang dapat memicu kebakaran susulan.
Guna menjaga kelancaran proses evakuasi dan pemadaman, aparat keamanan gabungan dari Polresta Indramayu dan TNI telah diterjunkan untuk mensterilkan lokasi kejadian. Mereka memasang garis polisi dan mengatur lalu lintas warga agar tidak terlalu dekat dengan area berbahaya. Pihak berwenang sejauh ini belum merilis keterangan resmi terkait penyebab pasti teknis kebakaran, namun dugaan awal mengarah pada kelalaian saat proses pengisian bahan bakar atau korsleting listrik di kapal.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu menyatakan bahwa kerugian material dipastikan sangat fantastis mengingat ketiga kapal yang terbakar merupakan aset produktif para nelayan dengan ukuran Gross Tonnage (GT) yang bervariasi. Selain kerusakan fisik kapal, muatan ikan dan alat tangkap di dalamnya juga ikut hangus terbakar.
Kebakaran ini menjadi pengingat keras bagi para nelayan dan pengelola pelabuhan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini. Protokol keselamatan selama pengisian bahan bakar dan pengecekan kelistrikan kapal harus diperketat untuk mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat merugikan mata pencaharian utama masyarakat pesisir Indramayu.
Posting Komentar untuk "Tiga Kapal Nelayan Hangus Terbakar di Dermaga Karangsong Indramayu"