Kabarciayu – Ketegangan terasa menyelimuti para ibu rumah tangga dan pedagang di Pasar Karangasem, Blok Pasar, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu pagi (22/8/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, kehadiran Serka F. Apik, anggota Koramil 1613/Terisi, langsung menjadi pusat perhatian. Bukan tanpa alasan, prajurit TNI ini turun tangan langsung melakukan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok (sembako) di tengah keramaian pasar tradisional yang menjadi nadi perekonomian warga setempat.
Langkah proaktif Serka F. Apik ini merupakan respons cepat terhadap dinamika harga pasar yang fluktuatif. Dengan sigap, ia berkeliling dari satu lapak ke lapak lainnya, mencatat setiap perubahan harga dan berdialog langsung dengan para pedagang serta pembeli. Tujuannya jelas: memastikan ketersediaan stok aman dan harga tetap terjangkau bagi daya beli masyarakat, sekaligus mencegah adanya praktik penimbunan atau spekulasi harga yang merugikan konsumen.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan gambaran yang cukup bervariasi. Untuk komoditas strategis seperti beras, harga masih relatif stabil di angka Rp13.000 per kilogram. Namun, kejutan justru datang dari sektor bumbu dapur. Harga cabe rawit hijau terpantau melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp60.000 per kilogram. Angka ini tentu membuat dahi para ibu-ibu berkerut, mengingat cabe rawit adalah komponen wajib dalam masakan sehari-hari masyarakat Indramayu.
"Kami harus waspada dengan kenaikan harga cabe. Ini bisa memengaruhi inflasi tingkat desa jika tidak dipantau," ujar Serka F. Apik sambil memeriksa kualitas cabe yang dijual seorang pedagang.
Selain cabe rawit, komoditas lain juga mengalami pergerakan harga. Minyak goreng (migor) tercatat sebesar Rp16.000 per kilogram, sementara telur ayam berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Gula putih dijual seharga Rp18.000 per kilogram. Untuk protein hewani, daging ayam dihargai Rp33.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih menjadi komoditas premium dengan harga Rp140.000 per kilogram.
Tak ketinggalan, harga bawang-bawangan juga menjadi sorotan. Bawang merah dijual seharga Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih sedikit lebih mahal di angka Rp38.000 per kilogram. Sementara itu, cabe merah besar masih berada di level wajar yaitu Rp32.000 per kilogram.
Salah satu pedagang sayur, Ibu Siti (50), mengaku merasa tenang dengan adanya patroli harga dari pihak TNI. "Alhamdulillah ada Pak Tentara yang cek harga. Jadi kami jadi takut kalau mau naik-naikkan harga seenaknya. Kalau ada keluhan dari pembeli, biasanya langsung didengar sama beliau," katanya sambil tersenyum.
Siti menambahkan, meski harga cabe rawit tinggi, hal itu disebabkan oleh faktor cuaca dan pasokan dari petani yang sedang berkurang. "Kami jual sesuai harga pasaran dari tengkulak, nggak berani mark-up sendiri karena takut ditegur," tambahnya.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Karangasem terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau protes dari warga terkait harga. Kehadiran Serka F. Apik berhasil menciptakan efek psikologis positif, di mana para pedagang merasa diawasi untuk bertindak jujur, dan pembeli merasa dilindungi hak-haknya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran Babinsa dan anggota Koramil dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro di wilayah binaan. Dengan data harga yang akurat dan update, Kodim 0616/Indramayu dapat mengambil langkah-langkah antisipatif jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Warga pun berharap monitoring seperti ini dapat dilakukan secara rutin, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau momen tertentu yang biasanya memicu kenaikan harga pangan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas jual beli di Pasar Karangasem kembali berjalan normal, namun kewaspadaan terhadap fluktuasi harga, khususnya pada komoditas hortikultura, tetap menjadi perhatian utama semua pihak.
Posting Komentar untuk "Serka F. Apik Terjun ke Pasar Karangasem, Cek Langsung Harga Sembako: Beras Masih Rp13 Ribu, Tapi Hati-Hati Cabe Rawit Tembus Rp60 Ribu!"