Indonesia Kembali Masuk Tiga Besar Negara Termakmur di ASEAN, Namun Masih Tertinggal dari Singapura dan Malaysia


Kabarciayu – Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah regional dengan berhasil masuk dalam tiga besar negara paling makmur di Asia Tenggara berdasarkan Legatum Prosperity Index 2026. Pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan, meskipun masih ada jarak signifikan yang harus ditempuh untuk menyamai standar kemakmuran tetangga terdekatnya, Singapura dan Malaysia.

Dalam laporan tahunan tersebut, Singapura konsisten mempertahankan posisinya sebagai negara termakmur di ASEAN dan menempati peringkat ke-23 dunia dengan skor impresif 83,83. Disusul oleh Malaysia yang berada di peringkat kedua kawasan dan ke-46 dunia dengan skor 73,03. Sementara itu, Indonesia berhasil mengamankan posisi ketiga di ASEAN dengan skor 66,89, yang menempatkan negeri ini di peringkat ke-64 secara global.

Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun Indonesia memiliki kekuatan ekonomi makro yang tangguh dan sumber daya alam yang melimpah, hal tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kemakmuran nasional yang dirasakan secara menyeluruh jika dibandingkan dengan dua negara tetangga tersebut. Indeks kemakmuran Legatum tidak hanya mengukur pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga mencakup aspek-aspek fundamental seperti kualitas hidup, kebebasan individu, tata kelola pemerintahan, modal sosial, serta lingkungan bisnis.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa masih adanya kesenjangan antara Indonesia dengan Singapura dan Malaysia menyoroti "pekerjaan rumah" besar bagi pemerintah. Peningkatan infrastruktur fisik saja tidak cukup; diperlukan reformasi mendalam dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, penegakan hukum, serta perlindungan hak-hak sipil warga negara. Selain itu, penguatan kohesi sosial dan kepercayaan publik terhadap institusi negara menjadi kunci penting untuk mendongkrak skor di pilar-pilar non-ekonomi.

Meski demikian, pencapaian Indonesia di peringkat ke-64 dunia tetap merupakan sinyal positif. Ini menunjukkan bahwa berbagai kebijakan pembangunan jangka panjang mulai membuahkan hasil, meskipun akselerasi peningkatan kualitas hidup masyarakat perlu lebih ditingkatkan lagi. Ke depan, fokus strategis diharapkan dapat bergeser dari sekadar pertumbuhan ekonomi menuju pemerataan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan, agar Indonesia suatu hari nanti dapat bersaing sejajar dengan negara-negara maju lainnya di kawasan.

Posting Komentar untuk "Indonesia Kembali Masuk Tiga Besar Negara Termakmur di ASEAN, Namun Masih Tertinggal dari Singapura dan Malaysia"